Sultan Ternate Usulkan Penggunaan Dinar sebagai Alat Tukar

Hidayatullah.com — Festival Legu Gam 2012 kembali digelar di halaman keratonan kesultanan Ternate, Maluku Utara. Kegiatan tahunan ini sekalius digelar sebagai peringatan ulang tahun Sultan Ternate Mudaffar Sjah ke-77.

Dalam sambutannya, Sultan Mudaffar memaparkan masalah kemiskinan yang masih menyelimuti warga Ternate. Untuk itu, pihaknya terus mengadakan upaya dalam mengatasi hal ini.

Salah satu caranya adalah dengan rencana pengadaan dirham dan dinar sebagai alat tukar warga Ternate. Wacana ini dikemukakan Sultan usai bertemu dengan pemerintah Malaysia

Menurut Sultan, kepemilikan warga terhadap 1 dinar yang bernilai Rp2 juta dan 1 dirham seharga perak Rp67 ribu akan meningkatkan kehidupan ekonomi warganya.

“Rakyat bisa sejahtera karena nilainya tidak naik atau turun,” ucapnya menjelaskan program yang telah berlangsug selama tiga tahun tersebut.

Lebih lanjut, Sultan menambahkan gagasan itu sejalan dengan hukum Islam.

“Sesuai perintah Allah, pada saatnya, semua tak lagi berharga kecuali dinar dan dirham,” terangnya dikutip Media Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba mengatakan, “Tentang dinar, ini adalah saran yang baik. Tapi akan dibicarakan lagi, karena Republik ini masih menggunakan rupiah.”

Sebelum ini, pernyataan serupa pernah disampaikan Ratu Ternate, Boki Ratu Nita Budhi Susanti. Dikutip laman dpr.go.id, ia memililki angan-angan diterapkannya konsep nilai tukar Dirham maupun dinar di wilayah kesultanan yang ada di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki sistem perbaikan moneter Indonesia.

“Organisasi Islam center dunia telah mengadakan rapat bahkan kesultanan ternate ikut serta dalam rapat tersebut membicarakan kemungkinan penerapan nilai tukar baru untuk kesultanan,”paparnya. Alasanlain menurut  Boki,  nilai tukar emas tidak pernah terimbas oleh inflasi. Bahkan, Malaysiapun gaji PNSnya separuh menggunakan emas. “Jika berjumlah besar emas tersebut bisa diterapkan menggunakan kartu seperti halnya ATM,” kata mantan Ketua Dewakara (Dewan Kraton Nusantara) periode 2009 ini.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s