Tips dan Cara Mudah Menggapai Keutamaan Shalat Subuh (1)

Oleh: Muhammad Mahmud Abdul Kholiq

 

Dahsyatnya Sholat Subuh, keutamaan shalat subuh, cara mudah melaksanakan sholat subuhJika kita melihat keadaan umat Muslim sekarang ini, banyak dari mereka yang melalaikan berbagai hal penting, salah satunya adalah shalat Subuh berjamaah. Banyak yang menyepelekan shalat Subuh ini, padahal kita semua tahu bahwa shalat Subuh dan empat shalat lainnya merupakan salah satu dari 5 rukun Islam. Bahkan, shalat Subuh mempunyai keutamaan-keutamaan tersendiri yang sangat dibutuhkan oleh seorang Muslim, di antaranya:

 

Pertama: Shalat Subuh merupakan standarisasi keimanan seseorang. Jadi, kualitas iman seseorang dapat diketahui dari shalat Subuhnya juga. Sebagaimana dalam riwayat disebutkan, dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

ليس صلاة أثقل على المنافقين من صلاة الفجر والعشاء ولو يعلمون ما فيهما لأتوهما ولو حبوا

 

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain shalat Subuh dan Isya’, dan sekiranya mereka mengetahui (keutamaan) apa yang di dalam kedua shalat tersebut, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.”

 

Kedua: Shalat Subuh mempunyai karakteristik yang berbeda dengan shalat-shalat lainnya, yaitu ketika seseorang bangun tidur kemudian bergegas menunaikan shalat Subuh di masjid, sesungguhnya dia telah mencapai kemenangan besar atas dirinya, karena dia telah mengutamakan perintah Allah Ta’ala dari pada hawa nafsunya yang mengajak untuk meninggalkan shalat dan kembali tidur. Selain itu dia juga sudah mengalahkan syaithan dan menghindari godaannya. Hal ini bisa menjadi batu loncatan setiap Muslim, di hari-hari kedepannya dia akan lebih mudah lagi mengalahkan hawa nafsu dan godaan syaithan yang akan menjerumuskannya kedalam maksiat kepada Allah Ta’ala.

 

Ketiga: Penjagaan seorang Muslim terhadap shalat Subuh mereka semakin mendekatkan pada kejayaan Islam, karena konsistensi umat terhadap shalat Subuh berjama’ah merupakan salah satu penyebab kemenangan Islam. Salah satu buktinya adalah ketika salah seorang petinggi zionis Israel pada waktu yang lalu berkata,

 

“Akan ada suatu masa di mana orang-orang Muslim memerangi dan menghancurkan orang-orang Yahudi” Lalu dia ditanya, “Kapan perang itu terjadi?” Dia menjawab, “Ketika jumlah orang Islam yang melaksanakan shalat Subuh berjama’ah di masjid sama dengan jumlah mereka ketika shalat Jumat”

 

Coba renungkan, bahkan mereka yang non-Islam saja mengetahui dampak yang sangat besar dari shalat Subuh yang berpengaruh pada diri umat Muslim, jika saja umat Muslim benar-benar menjaga shalat Subuh mereka sebagaimana shalat-shalat yang lainnya.

 

Keutamaan shalat Subuh di atas hanya sedikit dari banyaknya keutamaan lainnya yang tidak mungkin disebutkan saat ini, karena pada kesempatan ini kita akan membahas sisi lain dari fenomena shalat Subuh.

 

Fenomena yang kerap terjadi adalah, banyak saudara-saudara kita umat Muslim yang mengeluh bahwa sebenarnya mereka berkeinginan untuk menegakkan shalat Subuh berjamaah tetapi tidak mampu. Oleh karenanya di sini akan saya sebutkan beberapa hal yang kiranya bisa membantu umat Islam agar mampu menegakkan shalat Subuh berjamaah. Beberapa hal ini saya simpulkan dari Al-Qur’an, As-Sunnah dan juga perkataan-perkataan salafus shalih.

 

Secara umum, hal-hal yang dapat membantu seorang muslim agar mampu menegakkan shalat Subuh di antaranya:

 

1. Takut kepada Allah Ta’ala.

 

2. Menjahui segala bentuk kemaksiatan.

 

3. Perbanyak Istighfar.

 

4. Perbanyak berbuat kebaikan (amal shalih).

 

5. Niat yang baik dan benar.

 

6. Tidur dalam keadaan suci.

 

7. Shalat malam walau hanya dua rokaat sebelum tidur.

 

8. Berdzikir sebelum tidur.

 

9. Memanfaatkan segala sesuatu yang bisa membantu menegakkan shalat subuh (ex: jam waker.ptj)

 

Penjelasan rinci dari poin-poin di atas adalah sebagai berikut:

 

1. Takut kepada Allah Ta’ala.

 

Setiap pribadi Muslim hendaknya menanamkan rasa takut kepada Allah Ta’ala di hatinya, sehingga jika seseorang akan meninggalkan atau meremehkan perintah Allah Ta’ala sedikit saja, akan timbul rasa takut kepada Allah Ta’ala. Perasaan seperti ini bisa menjadi sebuah dorongan yang kuat untuk beramal serta menjadikan seseorang memiliki niat yang baik dan benar sehingga akan membuatnya gigih dalam menjaga mengerjakan amal-amal shalihnya terutama shalat Subuh berjama’ah.

 

Sebagai acuan, mari kita lihat contoh dari para sahabat Radhiallahu ‘anhum bagaimana tingginya rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala. Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu pernah berkata, “Alangkah baiknya jika aku sehelai rambut di badan orang Mukmin.” Dalam sebuah riwayat juga pernah disebutkan bahwa beliau memegang lisannya seraya berkata, “Inilah (lisan) yang membawaku pada kebinasaan.”

 

Begitu juga dengan sahabat Umar Radhiallahu ‘anhu ketika membaca Al-Qur’an surat At-Thuur, ketika beliau sampai pada ayat إن عذاب ربك لواقع , tiba-tiba beliau menangis sejadi-jadinya sampai jatuh sakit, sehingga nampaklah guratan garis hitam di bawah kedua matanya bekas air mata beliau karena seringnya menangis.

 

Lihatlah sahabat Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu, jika beliau berada di sisi kuburan maka beliau akan menangis sampai jenggotnya basah terkena air mata seraya berkata, “Jikalau saja aku berada di antara surga dan neraka dan aku tidak tahu akan diperintahkan memasuki yang mana, aku akan memilih menjadi abu sebelum aku tahu akan dimasukkan ke surga atau neraka.”

 

Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu juga sering menangis karena takutnya kepada Allah Ta’ala. Hal yang paling beliau takutkan ada dua, yaitu: Panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Beliau berkata,

 

Adapun panjang angan-angan akan melupakan kita dari akhirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu akan menghalangi kita dari kebenaran. Dunia itu akan pergi menjauh, sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tersebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab). Sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.”

 

Sedangkan Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma, “Tempat mengalirnya air matanya seperti tali sandal yang usang karena banyaknya air mata yang mengalir.” Abu Darda’ pun pernah mengatakan, “Aku berharap lebih baik menjadi sebatang pohon yang ditebang, dan aku berharap tidak diciptakan.”

 

2. Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

 

Apa hubungannya shalat Subuh dengan kemaksiatan?? Mungkin pertanyaan ini akan muncul dalam benak kita, tapi kenyataannya memang kemaksiatan mempunyai dampak buruk yang akan mencemari hati seseorang dan tubuhnya baik di dunia maupun di akhirat. Sebenarnya sangat mungkin seseorang akan sulit menegakkan shalat subuh disebabkan karena sering bermaksiat. Orang yang melakukan kemaksiatan otomatis dia meninggalkan ketaatan, maka kemaksiatan yang dilakukan seseorang akan menghalanginya dari menjalankan satu ketaatan dan ketaatan yang lainnya. Sehingga dosa yang dia perbuat akan memutus jalan ketaatan satu, jalan ketaatan dua, tiga dan seterusnya sampai dosa-dosa itu akan memutuskan begitu banyak jalan ketaatan, yang mana setiap jalan ketaatan lebih baik dari pada dunia dan seisinya.

 

Logikanya seperti ini, seseorang makan suatu makanan yang dapat menyebabkan dia sakit dalam waktu yang lama, sehingga menghalanginya dari makan bermacam-macam makanan lainnya yang lebih baik dari makanan pertama tadi. Begitu juga maksiat, seseorang yang melakukan kemaksiatan akan melemahkan qalbu dari memikirkan Allah Ta’ala dan akhirat, lama kelamaan akan semakin menghalanginya dari ketaatan, bahkan bisa memutuskan jalan ketaatan kepada Allah Ta’ala, sehingga tidak ada satu langkah pun untuk beranjak melakukan ketaatan disebabkan kemaksiatan.

 

Maka, dosa bisa menghentikan langkah dan menghalangi seseorang dari jembatan menuju ketaatan. Sedangkan qalbu berjalan menuju Allah Ta’ala itu dengan kekuatan, maka jika qalbu itu sakit karena dosa, qalbu akan melemah dan mengurangi kekuatannya untuk berjalan menuju Allah Ta’ala. Jika penyakit dosa ini masih ada pada qalbu dan bahkan semakin parah, maka kemungkinan putusnya jalan menuju Allah semakin besar.

 

3. Perbanyak Istighfar.

 

Karena seseorang yang sudah menjaga dirinya untuk melakukan ketaatan, tidak menutup kemungkinan dia akan terjerumus dalam kemaksiatan, kecil atau besar, sedikit atau banyak. Oleh karenanya bagi setiap Muslim sudah sepantasnya untuk selalu beristighfar memohon ampun kepda Allah Ta’ala supaya Allah tidak menghukumnya atas apa yang dia kerjakan baik di dunia maupun akhirat.

 

Pada hakekatnya, setiap manusia membutuhkan yang namanya istighfar, yaitu memohon kepada Allah Ta’ala agar mengampuni segala dosa yang dia perbuat sepanjang hari, bahkan walaupun dia tidak melakukan dosa sama sekali seharusnya dia tetap beistighfar. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya beliau beristighfar sebanyak 70 kali atau lebih dari 100 kali setiap harinya, padahal beliau adalah orang yang sudah mendapat pengampunan oleh Allah U atas dosa yang telah lalu dan yang akan datang.

 

Hal ini menunjukkan bahwa istighfar mempunyai keutamaan yang sangat besar, di antaranya sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala dalam kitab-Nya,

 

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً

 

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

 

Keutamaan lainnya seperti dalam hadits dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

ألا أدلكم على دائكم ودوائكم, ألا إن داءكم الذنوب ودواءكم الاستغفار

 

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian penyakit kalian dan obatnya? Sesungguhnya penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.”

 

Dan dari Abdullah bin Bisr ra dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

طوبى لمن وجد في صحيفته استغفار كثير

 

“Beruntunglah bagi siapa yang buku catatannya diisi dengan banyak beristighfar.”

 

Diriwayatkan juga dari Luqman bahwasannya dia berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, biasakan lisanmu untuk mengucapkan : ‘Allohummaghfirli’ (Ya Alloh, ampunilah aku) Karena sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai waktu-waktu yang mustajab tidak tertolak bagi yang memintanya.”

 

4. Perbanyak berbuat kebaikan (amal shalih).

 

Banyak beramal shalih akan membantu seseorang bangun melaksanakan shalat Subuh, hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah di mana beliau berkata, “Sesunggunya ketaatan itu akan menumbuhkan hal yang semisalnya, dan dari ketaatan tadi akan menghasilkan ketaatan lainnya pula, sampai akhirnya seorang hamba sangat sulit untuk berpisah dari ketaatan itu. Sebagaimana orang yang melakukan satu kemaksiatan pasti akan menumbuhkan kemaksiatan lainnya dan dari kemaksiatan tadi akan menghasilkan kemaksiatan lainnya pula.”

 

Sebagian salaf pernah berkata, “Sesungguhnya akibat dari satu perbuatan buruk adalah perbuatan buruk setelahnya. Dan ganjaran dari perbuatan baik adalah perbuatan baik setelahnya.” Apabila seseorang berbuat satu kebaikan, maka kebaikan yang lainnya seolah-olah memanggilnya untuk mengerjakannya, dan jika dia mengerjakannya, maka kebaikan yang lain pun juga akan memanggilnya untuk mengerjakannya dan seterusnya sampai kebaikannya bertambah terus dan pahalanya pun berlipat-lipat. Begitu juga dengan kemaksiatan, maka ketaatan atau kemaksiatan bisa menjadi kebiasaan dan sifat yang tetap pada diri seseorang.

 

Oleh karenanya, orang yang baik jika dia tidak melakukan ketaatan, jiwanya akan terasa sempit, bumi yang begitu luasnya juga terasa sesak sebagaimana seekor ikan paus yang terpisah dari air. Maka, orang baik akan senantiasa melakukan ketaatan untuk ketentraman jiwa dan hatinya. Oleh karena itu, kami mengajak kepada seluruh umat Muslim untuk senantiasa menjaga shalat Subuh dan memperbanyak amal shalih, semoga dengan amal shalih ini akan mempermudah dalam menegakkan shalat Subuh. Wallahul Musta’an..

(alislamu.com)

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s